Libur Tiap Hari

Salah satu alasan penting kenapa manusia sering rindu untuk berlibur karena mau membuang ketidaknyamanan. Jutaan manusia setiap tahun bahkan menghabiskan banyak uang, pergi ke tempat yang sangat jauh, hanya untuk lari dari segala bentuk ketidaknyamanan. Ujungnya sudah ketahuan, dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun, manusia yang merasa tidak nyaman jumlahnya semakin bertambah. Maju dan bertumbuhnya industri pariwisata adalah data pendukung yang sangat meyakinkan dalam hal ini. Padahal, mirip malam dan siang, ketidaknyamanan dan kenyamanan berputar silih berganti.

Sedikit yang menyadari, problem utamanya bukan bagaimana membuang ketidaknyamanan karena ketidaknyamanan tidak bisa sepenuhnya dibuang, melainkan bagaimana berhubungan secara sehat dengan ketidaknyamanan. Untuk diendapkan dalam-dalam oleh para sahabat, praktik spiritual mendalam seperti meditasi dan yoga tidak hadir di sini untuk mengusir ketidaknyamanan. Melainkan membimbing para sahabat agar bisa berhubungan secara jauh lebih sehat dengan ketidaknyamanan. Anehnya, begitu hubungan seseorang dengan ketidaknyamanan tumbuh sehat, di sana yang bersangkutan bisa menikmati libur setiap hari.

Sebagai pedoman praktis, sama dengan alam besar di luar yang secara alami mengenal musim panas dan musim hujan, nyaman dan tidak nyaman adalah sifat alami alam kecil di dalam. Jangan pernah membenci sifat alami api yang panas. Jangan pernah membenci sifat alami air yang basah. Dengan cara yang sama, jangan pernah membenci sifat alami alam kecil di dalam yang berputar bergantian antara tidak nyaman dan nyaman. Siang adalah waktu berkarya, malam adalah waktu istirahat. Demikian juga dengan rasa nyaman dan tidak nyaman.

Ketika rasa nyaman datang, itu putaran waktu untuk banyak berterimakasih dan bersyukur. Jalani setiap rasa nyaman ditemani kesadaran mendalam kalau semuanya akan berlalu. Tidak perlu menggenggam, cukup izinkan rasa nyaman lewat secara alami, memberi nutrisi spiritual pada jiwa di dalam. Seperti sedang makan enak, nikmati rasa enak secukupnya saja. Izinkan rasa enak lewat di mulut secara pelan, perlahan, serta alami. Agar rasa nyaman memperkaya jiwa, izinkan rasa nyaman membuat Anda semakin terhubung dan tersambung dengan diri yang Agung. Rasa syukur adalah sahabat dekat dalam hal ini. Terimakasih adalah doa terindah di saat seperti ini. Di Barat ada yang menyebutnya dengan falling into grace.

Keterangan Foto 

Keterangan Foto